Brain massage
Cukup lama mencari kesempatan untuk sedikit memendekkan rambutku yang sudah dua bulan belum kupotong. Akhirnya hanya dengan cuti aku bisa istirahat sejenak dari rapat setiap hari.
Seharian di rumah, membaca ‘Tempoe Doeloe’-nya Pramoedya, sempat terbersit niat untuk ke bursa buku di Istora atau pergi fitness. Baru pukul lima sore aku ditemani alter ego ke salon dekat rumah langganan kami.
Sementara di luar langit sudah gelap, sebentar lagi bakal hujan.
Masuk ke salon, tidak ada pelanggan lain, jadi aku langsung dilayani, diantar ke tempat cuci rambut segera dikeramasi. Aku memang paling menikmati bagian ini, sambil kepala disiram air dingin, mata kupejamkan menikmati dikeramasi dan dipijat, sambil melamun… aneh memang, berbeda dengan kala aku mengeramasi kepala sendiri, saat dikeramasi oleh orang lain, justru aku bisa berpikir lebih bebas dan rileks. Apakah ini berarti semacam pijat otak, yang membantu kelancaran aliran darah di otak, jadi bisa muncul berbagai ide riset, hipotesa, bahkan mengingatkan ide-ide brilian yang sempat terpendam ?
Pencerahan… tidak hanya muncul di saat meditasi, tapi juga ketika dikeramasi ![]()






